security camera system
Bayi Sering Muntah

Bayi Sering Muntah Apakah Aman? Tanya Dokter Anak Saja!

Pastinya sering kali diantara orang tua yang baru saja memberikan asi atau makanan kepada bayi mereka tiba-tiba melihatnya gumoh atau memuntahkan makanan tersebut. Lalu sebenarnya apakah ini termasuk hal yang membahayakan, memang paling mudah mendapatkan jawaban dengan tanya dokter anak mengenai kondisi buah hati Anda tersebut. Sebenarnya memang ada banyak sekali diantara resiko penyakit yang bisa menyebabkan kondisi tersebut, namun juga di satu sisi terkadang ini adalah hal yang cukup normal terjadi sehingga sebenarnya aman-aman saja.

Namun pastinya ada banyak diantara orang tua yang sering kali tidak tega melihat buah hatinya, apalagi yang masih kecil tersebut harus muntah-muntah bukan, apalagi bisa saja sebenarnya ini adalah kondisi kesehatan yang cukup membahayakan. Sebagai orang tua sudah pasti Anda mengkhawatirkan kondisi buah hati tersebut bukan. Sebenarnya muntah ini sendiri adalah sebuah refleks dimana tubuh mengeluarkan zat yang tidak diinginkan masuk ke dalamnya, kemudian juga bisa jadi karena terjadi iritasi pada syaraf perut dan juga usus, sampai dengan rangsangan secara psikologis saat melihat atau mencium sesuatu yang mengerikan.

Sebenarnya memang ada beberapa faktor yang menjadi penyebab muntah pada bayi, berikut ini diantaranya yang harus diketahui, yaitu:

  1. Hypertrophic pyloric stenosis, pada bayi yang masih berusia antara 2 hingga 4 minggu, sangat mungkin terjadi muntah-muntah. Hal ini dikarenakan terjadi penebalan otot yang ada di jaringan perut. Sehingga kondisi tersebut akan mencegah makanan yang masuk kedalam perut dan dikeluarkan kembali dalam bentuk muntahan. Tentunya hal ini harus segera dilakukan penanganan dari medis, biasanya dibutuhkan tindakan lanjut seperti operasi untuk membantu membuka area yang menyempit tersebut. Jadi dianjurkan untuk segera menghubungi dokter jika seandainya terjadi muntah yang berkepanjangan.
  2. Refluks dari asam lambung, tak hanya orang dewasa saja yang mengalami hal ini, melainkan juga bisa terjadi pada bayi. Hal tersebut disebabkan oleh otot bagian bawah esofagus terlalu rileks dan juga menyebabkan makanan kembali naik ke atas. Penyakit ini disebut juga dengan GERD.
  3. Infeksi, penyebab lainnya yang juga umum terjadi adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dan juga bakteri yang sifatnya adalah parasit. Biasanya gejalanya sendiri tidak hanya muntah, melainkan akan disertai dengan gejala-gejala yang lainnya, seperti diantaranya adalah diare dan sakit perut. Bahkan dalam beberapa kondisi jika seandainya tidak segera dilakukan penanganan nantinya akan semakin parah.

Jika seandainya muntah tersebut hanyalah gumoh biasa, maka tidak perlu khawatir, berikut ini diantara cara mudah yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya, yaitu:

  1. Posisikan kepala bayi lebih tegak ketika tengah menyusu dan juga setelahnya.
  2. Berikan mereka ASI atau makanan secukupnya, artinya jangan berlebihan.
  3. Perhatikan juga ukuran dot yang digunakan pada saat menyusui buah hati, jika ukurannya terlalu besar maka akan membuat susu yang dikeluarkan juga terlalu banyak, sehingga sering kali membuat bayi tersedak atau gumoh.
  4. Setelah menyusu pastikan buah hati Anda agar tidak tidur secara tengkurap, karena hal ini juga beresiko menyebabkan mereka menjadi gumoh.

Konsultasikan juga dengan dokter anak, kini bisa semakin mudah bagi Anda untuk konsultasi, karena bisa tanya dokter anak online dengan mengandalkan aplikasi Halodoc, bisa langsung download aplikasinya sekarang juga. Konsultasi dengan media chattingan dan juga secara realtime.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *