Spesialis Penyakit Dalam

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam (Gastroenterologi-Hepatologi)?

Dalam dunia kesehatan dan kedokteran, ada banyak spesialisasi yang bisa Anda gunakan sebagai tujuan pemeriksaan sesuai dengan penyakit yang diderita. Namun tentu saja sebagai orang awam, kita tak selalu bisa menerka penyakit apa yang dimiliki sehingga tidak tahu harus datang ke spesialis apa. Yang paling mudah adalah datang ke dokter umum yang nantinya akan merekomendasikan spesialisasi mana yang sebaiknya kita kunjungi sebagai rujukan. Satu spesialisasi yang populer karena menangani banyak penyakit adalah spesialis penyakit dalam (gastroenterologi-hepatologi) yang sebenarnya bisa langsung menjadi tujuan pemeriksaan Anda jika mengerti kapan saat yang tepat untuk memeriksakan diri ke sana.

Dokter spesialis penyakit dalam sendiri bisa langsung Anda kunjungi saat merasakan sakit di bagian perut, dada dan bawah perut. Spesialis penyakit dalam sendiri masih terbagi menjadi beberapa sub spesialis termasuk gastroenterologi yang menangani masalah di saluran pencernaan dan hepatologi yang menangani masalah penyakit hati. Secara lebih rinci, pemilik spesialisasi gastroenterologi harus memiliki pengetahuan mendalam mengenai organ-organ kerongkongan, lambung, pankreas, usus halus, usus besar, usus duabelas jari, rektum dan anus. Sedangkan untuk sub spesialis hepatologi harus mengetahui secara mendalam mengenai organ hati dan kantung empedu.

Dengan bidang keilmuan di atas, Anda bisa langsung datang ke dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi-hepatologi) jika memiliki masalah di bagian perut terutama di organ saluran pencernaan dan hati. Di dalam perut, sebagian besar organnya adalah organ pencernaan dan hepatologi sehingga Anda bisa langsung datang ke spesialis penyakit dalam jika merasakan sakit di sana. Selain gastro dan hepatologi, ada juga neurologi yang memiliki keilmuan di bidang saluran kemih yang berada di bagian perut bawah hingga kelamin.

Hampir di semua rumah sakit memiliki bidang spesialis tersebut karena banyak pasien yang mengeluhkan sakit di bagian perut. Bahkan beberapa rumah sakit dalam satu waktu memiliki lebih dari satu dokter spesialis gastroenterologi yang praktek untuk menampung semua pasien. Dengan banyaknya jumlah pasien di bidang ini, spesialis penyakit dalam khususnya gastroenterologi memiliki banyak peminat dari kalangan mahasiswa kedokteran. Jika Anda memiliki anak yang bercita-cita menjadi dokter, spesialis ini merupakan salah satu spesialis yang populer untuk dipilih di kemudian hari.

Untuk bisa menjadi dokter spesialis penyakit dalam subspesialis gastroenterologi – hepatologi, seorang dokter harus menjalani pendidikan spesialis penyakit dalam terlebih dahulu selama 3 tahun. Setelah itu baru mengambil subspesialis lagi yaitu gastroenterologi selama 2 hingga 3 tahun. Jadi kurun waktu yang dibutuhkan hingga memiliki sub spesialis ini adalah sekitar 5 hingga 6 tahun sejak lulus menjadi dokter umum. Lamanya pendidikan ini bertujuan agar dokter memiliki banyak pengalaman dan penelitian mengenai sub spesialis yang dipilihnya sehingga di masa depan mampu menangani kasus-kasus serupa bahkan lebih kompleks dan luas sesuai dengan kondisi pasien yang diterima.

Sudah tahu beda dokter umum, dokter spesialis penyakit dalam dan dokter spesialis penyakit dalam (gastroenterologi-hepatologi)? Kini Anda bisa menentukan untuk berobat ke bagian mana sesuai dengan kondisi yang dimiliki. Sebagai catatan, jika Anda adalah pasien umum tanpa asuransi atau jaminan kesehatan, maka biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat di dokter spesialis akan lebih mahal dibandingkan dengan dokter umum sesuai dengan pengalaman dan keahlian yang dimilikinya. Namun kesehatan adalah harta yang paling utama sehingga Anda perlu mengupayakannya dengan maksimal agar hidup kembali sehat dan aktif seperti biasanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *